June 06, 2019

Macet Berkah


Macet pastinya menjadi momok bagi para pengendara dan pelancong yang ingin ulin ke lokasi wisata. Situasi macet adalah situasi yang tidak bisa dihindari, apalagi saat   musim mudik dan cuti bersama Idul Fitri.
 "Beberapa hari sebelum Idul Fitri, H-4 biasanya sudah mulai macet, tapi tahun ini beda, masih lancar-lancar aja", ujar seorang pedagang di kampung Pamucatan, Nagreg. "Kami disini menunggu macet, kalau macet dagangan marema, kan jalanan macet, jadi orang-orang istirahat, minum kopi, makan indomie, belum lagi yang ke toilet", tambahnya.
 Ya, bagi warga nagreg dan sekitarnya, macet menjadi tradisi tahunan saat arus mudik Idul Fitri. Bukan nagreg, kalau tidak macet. Macet membawa berkah bagi para pedagang permanen dan pedagang dadakan. Kopi, air mineral, mie instan, termasuk toilet pasti laku keras. Belum lagi pedagang asongan, kerupuk, telor puyuh, bacang, berdatangan ke daerah ini. Penjual cilok mobile, 'Cilok Rosalinda' adalah salah satu pedagang yang rutin meramaikan kemacetan di Pamucatan. Mengambil posisi di median jalan yang membatasi jalur kanan dan kiri, posisi yang sangat strategis tentunya :).


 Macet, situasi yang dibenci para pemudik dan dicinta para pedagang. Tidak usah diperdebatkan, mending dinikmati saja kemacetan yang penuh berkah ini. Anggaplah melalui kondisi macet ini, kita sedang berbagi rejeki. Berbagi berkah Idul Fitri.
 Selamat Berhari Raya Idul Fitri. Taqabbalallahu minna waminkum, minal 'aidin walfaizin. Mohon maaf lahir batin.

No comments:

Post a Comment